
Studi komparatif ini bertujuan untuk menilai biomarker CA 15-3 pada pasien tahap awal (IA, IIA, IIB, IIIA) dan stadium lanjut (IIIB, IIIC, IV) yang menerima kemoterapi AC-T neoadjuvant dan adjuvant. Studi semacam itu akan lebih menjelaskan dampak tertunda dan tidak tertunda pada tingkat CA 15-3. Hasil penelitian menunjukkan terapi neoadjuvant menyebabkan peningkatan CA 15-3 rata-rata sebesar -4,70 µ/mL pada pasien faktor keterlambatan dan penurunan 5,15 µ/mL pada pasien faktor non-keterlambatan (p=0,001). Terapi ajuvan menghasilkan peningkatan rata-rata CA 15-3 sebesar -14,82 µ/mL pada pasien faktor keterlambatan dan penurunan 13,30 µ/mL pada pasien faktor non-keterlambatan (p=0,030). Nilai negatif menunjukkan bahwa tingkat CA 15-3 lebih tinggi pasca-kemoterapi dibandingkan dengan sebelum kemoterapi. Pemberian kombinasi AC-T, baik sebagai terapi neoadjuvan dan adjuvan selama delapan siklus, menunjukkan dampak yang lebih menguntungkan pada kadar biomarker CA 15-3 pada pasien yang tidak tertunda dibandingkan dengan mereka yang mengalami penundaan. Hasil ini memenuhi TKT 1 yaitu observasi perinsip dasar yang kemudian menjadi dasar secara klinis untuk dilakukan analisis efektivitas biaya, analisis utilitas biaya dan analisis kelangsungan hidup pasien kanker payudara.
Hasil studi komparatif pada tahun ke 1 ini dianggap memenuhi TKT 1 yaitu observasi perinsip dasar yang kemudian menjadi dasar secara klinis untuk dilakukan analisis efektivitas biaya, analisis utilitas biaya dan analisis kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Hasil penelitian tahun ke 1 menunjukkan pemberian kombinasi AC-T, baik sebagai terapi neoadjuvan dan adjuvan selama delapan siklus, menunjukkan dampak yang lebih menguntungkan pada kadar biomarker CA 15-3 pada pasien yang tidak tertunda dibandingkan dengan mereka yang mengalami penundaan. Tahun ke 2 pada 2025, dilakukan analisis efektivitas biaya yang menghasilkan nilai ICER (incremental cost effectiveness ratio) untuk memperoleh rasio antara selisih biaya dan selisih efektivitas (nilai biomarker CA 15-3) pada pasien yang diintervensi regimen kemoterapi ACT. Analisis utilitas biaya menghasilkan nilai ICUR (incremental cost utility ratio) untuk memperoleh rasio antara selisih biaya dan selisih kualitas hidup dalam Quality Adjusted Life Years (QALYs). Analisis kelangsungan hidup pasien kanker payudara menggunakan Proporsional Hazard dan analisis Kaplan-Meier untuk menghasilkan gambaran tingkat kelangsungan hidup dalam lima tahun.